Kuantor dan Penarikan Kesimpulan Logika Matematika
Penarikan Kesimpulan Logika Matematika - Pada kesempatan ini saya akan memberikan penjelasan materi matematika mengenai kuantor dan penarikan kesimpulan (modus ponen, modus tolens, transitif dan silogisme). Bila teman-teman ingin mengetahui tentang kata hubung kalimat logika matematika seperti negasi, konjungsi, disjungsi, kondisional (implikasi), dan bikondisional (biimplikasi) silahkan baca artikel saya sebelumnya mengenai Logika Matematika.
KUANTOR
Fungsi Pernyataan
Defenisi:
Suatu fungsi pernyataan adalah suatu kalimat terbuka di dalam semesta pembicaraan (semesta pembicaraan diberikan secara eksplisit atau implisit)
Fungsi pernyataan merupakan suatu kalimat terbuka yang ditulis sebagai p(x) yang bersifat bahwa p(x) bernilai benar atau salah (tidak keduanya) untuk setiap x (x adalah anggota dari semesta pembicaraan). Ingat bahwa p(x) suatu pernyataan.
Contoh:
-
Jika p(x) = 1 + x > 5p(x) akan merupakan fungsi pernyataan pada A = himpunan bilangan asli. Karena demikian maka p(x) bernilai benar untuk x = 5, 6, 7, . . .
-
Jika q(x) = x + 3 < 1 didefinisikan pada A = himpunan bilangan asli, tidak ada x yang menyebabkan q(x) bernilai benar.
Kuantor Umum (Kuantor Universal)
Simbol $\forall$ yang dibaca “untuk semua” atau “untuk setiap” disebut kuantor umum
Jika p(x) adalah fungsi proposisi pada suatu himpunan A (himpunan A adalah semesta pembicaraannya) maka:
$\forall$x $\in$ A, p(x) dibaca untuk semua x elemen A berlakulah p(x)
$\forall$x, p(x) atau $\forall$x p(x) dibaca untuk semua x berlakulah p(x)
Contoh:
-
p(x) = x tidak kekalp(manusia) = manusia tidak kekalmaka $\forall$x, p(x) = $\forall$x $\in$ {manusia}, p(x) = semua manusia tidak kekal (Benar)Perhatikan bahwa p(x) merupakan kalimat terbuka (tidak mempunyai nilai kebenaran). Tetapi $\forall$x p(x) merupakan pernyataan (mempunyai nilai benar atau salah tetapi tidak kedua-duanya).
-
p(x) = Semua mahasiswa IKIP Gunungsitoli pandai (Benar)berarti: semua (tanpa terkecuali) mahasiswa IKIP Gunungsitoli pandai
Kuantor Khusus (Kuantor Eksistensial)
Simbol $\exists$ dibaca “ada” atau “untuk beberapa” atau “untuk paling sedikit satu” disebut kuantor khusus
Jika p(x) adalah fungsi pernyataan pada himpunan tertentu yaitu A (himpunan A adalah semesta pembicaraan) maka:
$\exists$x $\in$ A, p(x) dibaca ada x elemen A, sedemikian hingga p(x)
$\exists$x! p(x) atau $\exists$x, p(x) atau $\exists$x p(x) dibaca untuk beberapa x, p(x)
Simbol $\exists$! untuk menyatakan “Ada hanya satu”.
Contoh:
-
p(x) = x adalah wanitap(perwira ABRI) = perwira ABRI adalah wanita$\exists$x p(x) = $\exists$x! p(x) = $\exists$x $\in$ {perwira ABRI}, p(x) = ada perwira ABRI adalah wanita (Benar)
-
Misalkan:A= Himpunan semua mahasiswa IKIP GunungsitoliB= Beberapa mahasiswa IKIP Gunungsitoli pandaiberarti: ada mahasiswa IKIP Gunungsitoli yang pandai atau sekurang-kurangya ada seorang Mahasiswa IKIP Gunungsitoli yang pandai.
Negasi Suatu Pernyatan yang Mengandung Kuantor
Negasi dari:
Semua manusia tidak kekal = Tidak benar bahwa semua manusia tidak kekal
Atau:
Semua manusia tidak kekal = Beberapa manusia kekal
Jika p(x) adalah manusia tidak kekal atau x tidak kekal, maka “semua manusia adalah tidak kekal” atau $\forall$x, p(x) bernilai benar, dan “beberapa manusia kekal” atau $\exists$x, ~p(x) bernilai salah.
Pernyataan di atas dapat dituliskan dengan simbol:
~ [$\forall$x p(x)] ≡ $\exists$x ~p(x)
Jadi negasi dari suatu pernyataan yang mengandung kuantor universal adalah ekivalen dengan pernyataan yang mengandung kuantor eksistensial (fungsi pernyataan yang dinegasikan) dan sebaliknya :
~[$\exists$x p(x)] ≡ $\forall$x ~p(x)
Contoh:
p : Semua mahasiswa rajin belajar
~p : Ada mahasiswa yang tidak rajin belajar
q : Ada mahasiswa yang rumahnya di Lahewa
~q : Semua mahasiswa rumahnya bukan di Lahewa
r : Jika semua mahasiswa rajin belajar maka lulus ujian
~r : Semua mahasiswa rajin belajar dan tidak lulus ujian
~r : Semua mahasiswa rajin belajar tetapi tidak lulus ujian
PENARIKAN KESIMPULAN (VALIDITAS PEMBUKTIAN)
Premis dan Argumen
Premis adalah pernyataan-pernyataan yang digunakan untuk menarik suatu kesimpulan.
Suatu premis dapat berupa aksioma, hipotesa, definisi atau pernyataan yang sudah dibuktikan sebelumnya.
Sedangkan argumen adalah kumpulan kalimat yang terdiri atas satu atau lebih premis yang mengandung bukti-bukti (evidence) dan suatu (satu) konklusi.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa suatu argumen dikatakan sah/valid jika premis-premisnya benar, maka konklusinya juga benar.
Penarikan Kesimpulan atau Validitas Pembuktian
Dalam penarikan kesimpulan biasanya menggunakan prinsip logika dimana pernyataan disebut premis serta penarikan kesimpulan disebut argumentasi. Prinsip logika bila premis-premisnya benar maka konklusinya sah atau valid. Sebaliknya jika premis-premisnya salah maka konklusinya tidak sah atau tidak valid.
Berikut adalah Validitas pembuktian yang sah:
Modus Ponen
Dalam bentuk implikasi pernyataan penarikan kesimpulan dengan modus ponen ditulis:
{(p ⇒ q) ∧ p} ⇒ q
dibaca “implikasi dikonjungsikan dengan p berimplikasi (menghasilkan) kesimpulan atau konklusi q. Uraian modus ponen dapat ditulis:
Uraian di atas dapat juga dibaca: Apabila diketahui jika p maka q benar, dan p benar, disimpulkan q benar. (Notasi: Ada yang menggunakan tanda $\therefore$ untuk menyatakan konklusi, seperti p ⇒ q, p$\therefore$q)
Tabel kebenarannya adalah:
| p | q | p ⇒ q | (p ⇒ q) ∧ p | {(p ⇒ q) ∧ p} ⇒ q |
|---|---|---|---|---|
| B | B | B | B | B |
| B | S | S | S | B |
| S | B | B | S | B |
| S | S | B | S | B |
Ingat!!!
Proposisi-proposisi yang nilainya selalu benar disebut Tautologi
Proposisi-proposisi yang nilainya selalu salah disebut Kontradiksi
Contoh:
-
Premis 1 : Jika saya belajar, maka saya lulus ujian (benar)Premis 2 : Saya belajar (benar)$\therefore$ : Saya lulus ujian (benar)
Baris pertama dari tabel kebenaran kondisional (implikasi) menunjukkan validitas dari bentuk argumen modus ponen. -
Premis 1 : Jika x = 7, maka x² = 49Premis 2 : x = 7$\therefore$ : x² = 49
Modus Tolens
Penarikan kesimpulan dengan modus tolens dilakukan dengan simbol matematika:
{(p ⇒ q) ∧ ~q} ⇒ ~p
dibaca “implikasi dikonjungsikan terhadap negasi q berimplikasi (menghasilkan) kesimpulan atau konklusi negasi p. Uraian modus tolens dapat ditulis:
Tabel kebenarannya adalah:
| p | q | ~p | ~q | p ⇒ q | (p ⇒ q) ∧ ~q | {(p ⇒ q) ∧ ~q} ⇒ ~p |
|---|---|---|---|---|---|---|
| B | B | S | S | B | S | B |
| B | S | S | B | S | S | B |
| S | B | B | S | B | S | B |
| S | S | B | B | B | B | B |
Jika premis 2 diubah menjadi ~p maka konklusinya tidak valid ~q. Berikut tabel kebenarannya:
| p | q | ~p | ~q | p ⇒ q | (p ⇒ q) ∧ ~p | {(p ⇒ q) ∧ ~p} ⇒ ~q |
|---|---|---|---|---|---|---|
| B | B | S | S | B | S | B |
| B | S | S | B | S | S | B |
| S | B | B | S | B | B | S |
| S | S | B | B | B | B | B |
Contoh:
-
Premis 1 : Jika hari hujan maka saya memakai jas hujan (benar)Premis 2 : Saya tidak memakai jas hujan (benar)$\therefore$ : Hari tidak hujan (benar)
Perhatikan bahwa jika p terjadi maka q terjadi, sehingga jika q tidak terjadi maka p tidak terjadi. -
Premis 1 : Jika ada gula maka ada semutPremis 2 : Tidak ada semut$\therefore$ : Tidak ada gula
Transitif
Penarikan kesimpulan dengan transitif dilakukan berdasarkan implikasi-implikasi berturut-turut. Secara simbolik logika penarikan kesimpulan dengan transitif dituliskan dengan lambang:
{(p ⇒ q) ∧ (q ⇒ r)} ⇒ (p ⇒ r)
Uraian transitif dapat ditulis:
Tabel kebenarannya adalah:
| p | q | r | p ⇒ q | q ⇒ r | p ⇒ r | (p ⇒ q) ∧ (q ⇒ r) | {(p ⇒ q) ∧ (q ⇒ r)} ⇒ (p ⇒ r) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| B | B | B | B | B | B | B | B |
| B | B | S | B | S | S | S | B |
| B | S | B | S | B | B | S | B |
| B | S | S | S | B | S | S | B |
| S | B | B | B | B | B | B | B |
| S | B | S | B | S | B | S | B |
| S | S | B | B | B | B | B | B |
| S | S | S | B | B | B | B | B |
Contoh:
-
Premis 1 : Jika kamu benar maka saya bersalah (benar)Premis 2 : Jika saya bersalah maka saya minta maaf (benar)$\therefore$ : Jika kamu benar maka saya minta maaf (benar)
-
Premis 1 : Jika hari ini hujan maka jalanan basah (benar)Premis 2 : Jika jalanan basah maka saya tidak berangkat kuliah(benar)$\therefore$ : Jika hari ini hujan maka saya tidak berangkat kuliah (benar)
Silogisme
Jika ada kemungkinan bahwa kedua pernyataan p dan q dapat sekaligus bernilai benar, maka argumen di bawah ini tidak valid.
Tetapi jika ada kemungkinan kedua pernyataan p dan q tidak sekaligus bernilai benar (disjungsi eksklusif), maka silogisme disjungtif di atas adalah valid.
Tabel kebenarannya adalah:
| p | q | ~p | ~q | p ∨ q | (p ∨ q) ∧ ~p | (p ∨ q) ∧ ~q | {(p ∨ q) ∧ ~p} ⇒ q | {(p ∨ q) ∧ ~q} ⇒ p |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| B | B | S | S | B | S | S | B | B |
| B | S | S | B | B | S | B | B | B |
| S | B | B | S | B | B | S | B | B |
| S | S | B | B | S | S | S | B | B |
Contoh:
-
Premis 1 : Pengalaman ini berbahaya atau membosankan (B)Premis 2 : Pengalaman ini tidak berbahaya (B)$\therefore$ : Pengalaman ini membosankan (B)
-
Premis 1 : Air ini panas atau dingin (B)Premis 2 : Air ini panas (B)$\therefore$ : Air ini tidak dingin (B)
-
Premis 1 : Obyeknya berwarna merah atau sepatuPremis 2 : Obyek ini berwarna merah$\therefore$ : Obyeknya bukan sepatu (tidak valid)
Konjungsi
Artinya: p benar, q benar. Maka p ∧ q benar.
Dilema Konstruktif dan Destruktif
Dua bentuk argumen valid yang lain adalah dilema konstruktif dan dilema destruktif.
Dilema Konstruktif
Dilema konstruktif ini merupakan kombinasi dua argumen modus ponen (periksa argumen modus ponen).
Contoh:
Premis 1 : Jika hari hujan, aku akan tinggal di rumah; tetapi jika pacar datang, aku pergi berbelanja
Premis 2 : Hari ini hujan atau pacar datang
$\therefore$ : Aku akan tinggal di rumah atau pergi berbelanja
Dilema Destruktif
Dilema destruktif ini merupakan kombinasi dari dua argumen modus tolens (perhatikan argumen modus tolens).
Contoh:
Premis 1 : Jika aku memberikan pengakuan, aku akan digantung; dan jika aku tutup mulut, aku akan ditembak mati
Premis 2 : Aku tidak akan digantung atau ditembak mati
$\therefore$ : Aku tidak akan memberikan pengakuan, atau tidak akan tutup mulut
CONTOH PENARIKAN KESIMPULAN LOGIKA MATEMATIKA
Agar lebih mahir berikut saya sajikan contoh-contoh penarikan kesimpulan logika matematika:
-
Premis 1 : Jika semua pejabat tidak korupsi maka rakyat hidup sejahteraPremis 2 : Rakyat hidup sengsara
Penjelasan:p = semua pejabat tidak korupsiq = rakyat hidup sejahtera~q = rakyat hidup sengsara
$\therefore$ : Semua pejabat korupsi (Modus Tolens) -
Premis 1 : Tidak ada politikus yang suka berbohongPremis 2 : Orang yang tidak suka berbohong adalah orang bijak
Penjelasan:Untuk premis 1:Tidak ada politikus yang suka berbohong ≡ Semua politikus tidak suka berbohongp = semua politikusq = tidak suka berbohong
Untuk premis 2:q = tidak suka berbohongr = adalah orang bijak
$\therefore$ : Semua politikus adalah orang bijak (Transitif) -
Premis 1 : Setiap rumah memiliki lampuPremis 2 : Setiap rumah memiliki televisi
Penjelasan:p = setiap rumah memiliki lampuq = setiap rumah memiliki televisi
$\therefore$ : Setiap rumah memiliki lampu dan televisi (Konjungsi) -
Premis 1 : Berbelanja tanpa perencanaan mengakibatkan pemborosanPremis 2 : Resti selalu berbelanja tanpa perencanaan
Penjelasan:Untuk premis 1:p = berbelanja tanpa perencanaanq = mengakibatkan pemborosan
Untuk premis 2:p = Resti berbelanja tanpa perencanaan
$\therefore$ : Resti selalu melakukan pemborosan (Modus Ponen) -
Premis 1 : Jika Ayah di kantor dan Andri di sekolah, maka Ibu di rumahPremis 2 : Ibu tidak dirumah
Penjelasan:Untuk premis 1:p = Ayah di kantorq = Andri di sekolahr = Ibu di rumah
Dari premis 1 di atas, simbol matematikanya adalah {(p ∧ q) ⇒ r}
Untuk premis 2:~r = Ibu tidak di rumah
Dari premis 1 dan 2 di atas, simbol matematikanya adalah {(p ∧ q) ⇒ r} ⇒ ~r
Kesimpulan:~(p ∧ q) ≡ ~p ∨ ~q
$\therefore$ : Ayah tidak di kantor atau Andri tidak di sekolah (Modus Tolens) -
Premis 1 : Jika Fadli Kuliah atau menikah maka Ayah menghadiahkannya uangPremis 2 : Ayah tidak menghadiahkannya uang
Penjelasan:Untuk premis 1:p = Fadli Kuliahq = Fadli menikahr = Ayah menghadiahkannya uang
Dari premis 1 di atas, simbol matematikanya adalah {(p ∨ q) ⇒ r}
Untuk premis 2:~r = Ayah tidak menghadiahkannya uang
Dari premis 1 dan 2 di atas, simbol matematikanya adalah {(p ∨ q) ⇒ r} ⇒ ~r
Kesimpulan:~(p ∨ q) ≡ ~p ∧ ~q
$\therefore$ : Fadli tidak kuliah dan tidak menikah (Modus Tolens) -
Premis 1 : Jika saya ganteng maka pacar saya banyakPremis 2 : Jika pacar saya banyak maka saya adalah playboy
Penjelasan:Untuk premis 1:p = jika saya gantengq = pacar saya banyak
Untuk premis 2:q = pacar saya banyakr = saya adalah playboy
$\therefore$ : Jika saya ganteng maka saya adalah playboy (Transitif) -
Premis 1 : Jika pacar saya cantik maka saya mencintainyaPremis 2 : Jika saya mencintai pacar saya maka saya menikahinya
Penjelasan:Untuk premis 1:p = jika pacar saya cantikq = saya mencintainya
Untuk premis 2:q = saya mencintai pacar sayar = saya menikahinya
$\therefore$ : Jika pacar saya cantik maka saya menikahinya (Transitif) -
Premis 1 : Jika istri saya cantik atau menawan maka anak saya gantengPremis 2 : Anak saya tidak ganteng
Penjelasan:Untuk premis 1:p = istri saya cantikq = istri saya menawanr = anak saya ganteng
Dari premis 1 di atas, simbol matematikanya adalah {(p ∨ q) ⇒ r}
Untuk premis 2:~r = Anak saya tidak ganteng
Dari premis 1 dan 2 di atas, simbol matematikanya adalah {(p ∨ q) ⇒ r} ⇒ ~r
Kesimpulan:~(p ∨ q) ≡ ~p ∧ ~q
$\therefore$ : Istri saya tidak cantik dan tidak menawan (Modus Tolens) -
Premis 1 : Jika beberapa gergaji atau semua kapak diasah, maka pohon besar itu dapat ditebangPremis 2 : Pohon besar itu tidak dapat ditebang
Penjelasan:Untuk premis 1:p = beberapa gergajiq = semua kapak diasahr = pohon besar itu dapat ditebang
Dari premis 1 di atas, simbol matematikanya adalah {(p ∨ q) ⇒ r}
Untuk premis 2:~r = Pohon besar itu tidak dapat ditebang
Dari premis 1 dan 2 di atas, simbol matematikanya adalah [{(p ∨ q) ⇒ r} ∧ ~r] ⇒ ~(p ∨ q)
Kesimpulan:~(p ∨ q) ≡ ~p ∧ ~q
$\therefore$ : Semua gergaji dan beberapa kapak tidak diasah (Modus Tolens)
Bila masih kurang jelas tentang pengambilan kesimpulan ini, silahkan pelajari kembali mengenai Negasi Suatu Pernyatan yang Mengandung Kuantor.
Demikianlah penjelasan materi matematika mengenai kuantor dan penarikan kesimpulan (modus ponen, modus tolens, transitif dan silogisme), semoga bermanfaat. Salam Ono Niha - Ya'ahowu.









2 comments for "Kuantor dan Penarikan Kesimpulan Logika Matematika"
Berkomentarlah sesuai topik artikel dan jangan menyertakan LINK HIDUP