• Kumpulan Peribahasa/Amaedola Ono Niha

    Amaedola merupakan salah satu warisan budaya nenek moyang Ono Niha yang harus dilestarikan. Amaedola sering diucapkan baik dalam Huhuo Hada [Acara Adat] maupun dalam bertutur kata atau percakapan setiap harinya. Amaedola harus dilestarikan bukan untuk dilupakan. Ya'ahowu.

  • Cara Mudah Membuat Nomor Halaman di Excel

    Untuk memudahkan dalam mengurutkan halaman yang akan diprint pada Excel, alangkah lebih baik bila dibuat nomor halaman terlebih dahulu. jika Anda terkendala dalam melakukannya, silahkan ikuti panduannya dengan cara klik Gambar atau Judul di atas.

  • Cara Menyembunyikan Baris dan Kolom di Excel

    Jika Anda menginginkan kolom dan baris yang tidak digunakan pada Excel terlihat rapi, alangkah lebih baik jika kolom dan baris tersebut disembunyikan. Ikuti panduannya dengan cara klik Gambar atau Judul di atas.

  • Cara Membuat Ukuran Kertas F4 Permanen di Excel

    Jenis kertas F4 merupakan salah satu jenis kertas yang umum digunakan. Sayangnya jenis kertas F4 tidak tersedia baik di Excel maupun di Word. Tenang saja, saya punya solusi buat teman-teman. Silahkan ikuti panduannya dengan cara klik Gambar atau Judul di atas. Jenis kertas F4 beserta ukurannya akan tersedia PERMANEN dilaptop atau PC Anda.

  • Memperkirakan Profit Dengan Spinner di Excel

    Excel mempunyai sejumlah tool untuk analisis input-output. Salah satunya adalah spinner. Spinner adalah link ke sel yang berisi salah satu variabel input. Pada waktu user mengklik spinner, nilai pada sel berubah. Jika Anda tertarik, ikuti panduannya dengan cara klik Gambar atau Judul di atas.

Contextual Teaching and Learning (CTL)




A.   Hakekat CTL (Contextual Teaching and Learning)
Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.

B.   Komponen pembelajaran kontekstual
1. Konstruktivisme
Konstruktivisme merupakan landasan berpikir (filosofi) pembelajaran kontekstual, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit) dan tidak sekonyong-konyong.
2. Menemukan (Inquiry)
Menemukan merupakan proses pembelajaran yang didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. Secara umum  kegiatan inkuiri sebenarnya sebuah siklus. Siklus itu terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut :
a. Merumuskan masalah
b. Mengumpulkan data melalui observasi
c. Menganalisis dan menyajikan hasil dalam bentuk tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel, dan karya lainnya.
d. mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman sekelas, atau audiens yang lain.
3. Bertanya (Questioning)
Bertanya dalam pembelajaran dipandang sebagai kegiatan guru untuk mendorong, membimbing, dan menilai kemampuan berpikir siswa. Bertanya adalah suatu strategi yang digunakan secara aktif oleh siswa untuk menganalisis dan mengeksplorasi gagasan-gagasan.
Menurut Nurhadi dan Agus (2003) dalam pembelajaran, kegiatan bertanya berguna untuk :
(1)   Menggali informasi, baik administrasi maupun akademis
(2)   Mengecek pemahaman siswa
(3)   Memecahkan persoalan yang dihadapi
(4)   Membangkitkan respon kepada siswa
(5)   Mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa
(6)   Mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa
(7)   Memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru
(8)   Untuk membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa
(9)   Untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa
4. Masyarakat belajar (Learning community)
Konsep masyarakat belajar dalam CTL menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh melalui kerja sama dengan orang lain. Kerja sama itu dapat dilakukan dalam berbagai bentuk baik dalam kelompok belajar secara formal maupun dalam lingkungan yang terjadi secara alamiah.
5. Modeling (Pemodelan)
Pemodelan pada dasarnya membahasakan gagasan yang dipikirkan, mendemonstrasikan bagaimana guru menginginkan para siswanya untuk belajar, dan melakukan apa yang guru inginkan agar siswa-siswanya melakukan. Dengan kata lain, pemodelan merupakan proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh siswa.
6. Reflection ( Refleksi)
Refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakang tentang apa-apa yang sudah kita lakukan di masa yang lalu. Refleksi merupakan respon terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru diterima.
7. Authentic Assessment (Penilaian Yang Sebenarnya)
Dalam CTL, keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh perkembangan kemampuan intelektual saja, akan tetapi perkembangan seluruh aspek. Oleh sebab itu, penilaian keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh aspek hasil belajar seperti hasil tes, akan tetapi juga proses belajar melalui penilaian nyata atau yang sebenarnya.

C.   Perbedaan Pendekatan Kontekstual (CTL) dan Pendekatan Tradisional (Konvensional)
Pendekatan Kontekstual
  1. Menyandarkan pada pemahaman makna.
  2. Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa.
  3. Siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
  4. Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata.
  5. Selalu mengkaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa.
  6. Siswa menggunakan waktu belajarnya untuk menemukan, menggali, berdiskusi, berpikir kritis.
  7. Siswa tidak melakukan hal yang buruk karena sadar hal tersebut merugikan.
Pendekatan Tradisional
  1. Menyandarkan pada hafalan.
  2. Pemilihan informasi lebih banyak ditentukan oleh guru.
  3. Siswa secara pasif menerima informasi, khususnya dari guru.
  4. Pembelajaran sangat abstrak dan teoritis, tidak bersandar pada realitas kehidupan.
  5. Memberikan tumpukan informasi kepada siswa sampai saatnya diperlukan.
  6. Waktu belajar siswa sebagian besar dipergunakan untuk mengerjakan buku tugas, mendengar ceramah, dan mengisi latihan (kerja individual).
  7. Siswa tidak melakukan sesuatu yang buruk karena takut akan hukuman.
 D.   Penerapan CTL (Contextual Teaching and Learning)
Model pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dapat mengurangi miskonsepsi siswa dan dapat membimbing siswa dalam pembentukan konsep baru dan menghubungkan dengan konsep lama, sehingga antara konsep yang satu dan konsep yang lainnya saling berhubungan membentuk peta konsep.  Langkah-langkah yang diterapkan dalam pembelajaran  dengan pendekatan kontekstual  adalah sebagai berikut :
  • Memberi test diagnostis pada awal pembelajaran, untuk mengetahui konsepsi-konsepsi siswa mengenai pelajaran.
  • Meluruskan dan memperbaiki konsep yang salah, dengan memberi pengalaman belajar yang menunjukkan pertentangan konsep siswa dengan peristiwa alam.
  • Melatih siswa dalam merumuskan masalah, melakukan kegiatan pengamatan, menemukan konsep baru dan menghubungkan dengan konsep yang telah dimiliki siswa.

 E.    Peran Guru dan Siswa dalam CTL
Menurut Bobbi Deporter (1992) ada tiga tipe gaya belajar siswa, yaitu tipe Visual, auditorial, dan kinestetis. Tipe visual adalah gaya belajar dengan cara melihat, artinya siswa akan lebih cepat belajar dengan cara menggunakan indra penglihatan. Tipe auditorial adalah tipe belajar dengan cara menggunakan alat pendengarannya; sedangkan tipe kinestetis adalah tipe belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh.
Sehubungan dengan hal itu, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh setiap guru menakala menggunakan pendekatan CTL.
  1. Siswa dalam pembelajaran kontekstual dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keluasan pengalaman yang dimilikinya.
  2. Setiap anak memiliki kecenderungan untuk belajar hal-hal yang baru dan penuh tantangan.
  3. Belajar bagi siswa adalah proses mencari keterkaitan antara hal-hal yang baru dengan hal-hal yang sudah diketahui.
  4. Belajar bagi anak adalah proses menyempurnakan skema yang telah ada (asimilasi) atau proses pembentukan skema baru (akomodasi), dengan demikian tugas guru adalah memfasilitasi (mempermudah) agar anak mampu melakukan proses asimilasi dan proses akomodasi.
Bagikan:

Cara Menulis Rumus dan Simbol Matematika diblog


Menuliskan rumus dan simbol matematika di halaman web atau blog memang sedikit rumit. Tidak seperti Microsoft Office Word yang penulisannya relatif mudah karena sudah terintegrasi langsung dengan sebuah editor yang memiliki fitur Visual dan dikhususkan dalam penulisan rumus dan simbol matematika. Editor tersebut adalah Equation Editor dan berada pada tab Insert. Penggunaan editor ini cukup mudah.Penulisan rumus dan simbol di Microsoft Office Word agak sedikitberbeda dengan halaman web karena halaman web tidak menyediakan Equation Editor. Akan tetapi, meski halaman web ataupun blog tidak menyediakan langsung Equation Editor bukan berarti kita tidak bisa menulis rumus dan simbol matematika pada web. Penulisan rumus dan simbol matematika pada web ataupun blog bisa bisa dilakukan secara online menggunakan Equation Editor online. Salah satu situs yang menyediakan Equation Editor online adalah codecogs.com. Situs ini menyediakan form tampilan untuk menulis rumus secara visual tinggal mengklik pada simbol-simbol yang ingin dituliskan.


Langkah-langkah menuliskan rumus dan simbol matematika pada blog menggunakan codecogs.com adalah sebagai berikut:
  1. Silahkan masuk ke situs codecogs.com, pilih link Equation Editor.
  2. Akan muncul tampilan equation editor yang dapat digunakan secara visual maupun langsung menggunakan kode latex. Bagi pemula sebaiknya gunakan cara visual. Sebagai latihan tuliskan rumus berikut:
    Tuliskan rumus: S_{n}=\frac{a(1-r^{n})}{1-r} pada Kode Latex.
  3. Setelah rumus dibuat kita memiliki dua pilihan untuk memasukkan ke blog atau halaman web. Alternatif pertama adalah dengan mengunduh rumus tersebut menjadi gambar (Pilih link Click here to Download Image). File diunduh ke komputer lokal dan kemudian dari komputer lokal file ini diunggah ke blog seperti kita mengunggah foto/gambar.
  4. Cara yang lain adalah dengan menyalin kode HTML yang ada pada bagian bawah tampilan (sebaiknya pilih yang HTML dan bukan HTML Edit). Kode ini disalin dan ditempelkan ke dalam artikel/tulisan blog pada mode HTML (jangan pada mode visual). Jika kode sudah disalin coba lihat preview-nya pada mode visual.
  5. Jika rumus sudah tampil, lanjutkan menulias artikel/posting seperti biasa.
Cara ini berlaku untuk berbagai blog maupun situs web. Khusus untuk blog yang ada di wordpress.com kita juga dapat langsung menuliskan kode latex pada artikel dengan kode $$ pada awal dan akhir kode latex.

Referensi : http://p4tkmatematika.org/2014/01/konsultasi-menulis-rumus-matematika-di-blog/
Bagikan:

Hormon Pada Tumbuhan



Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan untuk mengatur reproduksi, metabolisme dan tingkah laku.
Hormon tumbuhan adalah suatu senyawa organik pada suatu bagian tubuh dan kemudian diangkut ke bagian lain dengan konsentrasi rendah yang menyebabkan suatu dampak fisiologi. Hormon pada tumbuhan berfungsi untuk memacu pertumbuhan namun ada juga yang bersifat menghambat pertumbuhan.
Hormon pada tumbuhan terdiri dari:
  1. Auksin
  2. Auksin terdapat diujung batang, tunas, dan ujung akar. Berfungsi untuk mengatur perbesaran sel dan memacu perpanjangan sel didaerah belakang meristem ujung.
    Peran auksin pada tumbuhan antara lain:
    • memacu perpanjangan sel (pemanjangan batang)
    • mengendalikan tumbuhnya tunas ketiak di bawah pucuk batang
    • menetukan arah tumbuh batang ke arah cahaya
    • menghambat pertumbuhan samping
    • mengatur pembentukan organ batang, batang, buah dan akar
    Tumbuhan yang memiliki auksin, pada daerah yang gelap pertumbuhannya semakin memanjang dan pada daerah yang kena cahaya akan membengkok menuju kearah cahaya.
  3. Giberelin
  4. Pada tahun 1926, F. Kurusawa, menemukan suatu zat yang mempunyai sifat mirip dengan auksin. Pada saat dia mempelajari penyakit pada tanaman padi, Kurusawa menemukan bahwa padi yang terserang jamur Giberella Fujikuroi mengalami pertumbuhan cepat, batangnya tinggi dan berwarna pucat. Senyawa yang dihasilkan oleh jamur tersebut adalah giberelin.
    Giberelin mempunyai peranan antara lain:
    • bersama auksin memacu perpanjangan sel/batang
    • merangsang pembelahan sel, perkecambahan biji
    • merangsang pembentukan tunas
    • mempercepat tumbuhnya bunga dan merangsang pemasakan buah
    • menyebabkan tanaman kerdil menjadi tanaman raksasa dalam waktu singkat
    • mempercepat tumbuhnya sayur-sayuran sehingga waktu panen lebih cepat hingga 50%
  5. Sitokinin
  6. Sitokinin ditemukan oleh Folke tahun 1950. Sitokinin mempunyai efek yang berlawanan dengan efek auksin dan giberelin. Sitokinin mempunyai fungsi memperlambat proses penuaan dan mendorong sintesis protein.
    Peranan hormon sitokinin pada tunbuhan antara lain:
    • merangsang pembelahan sel (sitokinesis)
    • merangsang pembentukan tunas pada batang
    • menunda penuaan dan mempertahankan kesegaran
    • menghambat efek auksin
    • mempercepat pertumbuhan memanjang
  7. Gas etilen
  8. Gas etilen ditemukan oleh R. Gane pada tahun 1934, Gane berhasil membuktikan bahwa etilen disintesis oleh tumbuhan. Gas etilen adalah gas yang dikeluarkan terutama oleh buah yang sudah tua.
    Peranan hormon ini antara lain:
    • mempercepat pematangan buah
    • membantu pertumbuhan batang semakin tebal untuk menahan pengaruh angin
  9. Asam absisat
  10. Tidak semua hormon pada tumbuhan berfungsi untuk memacu pertumbuhan, ada juga yang menghambat pertumbuhan misalnya asam absisat (absisin).
    Secara umum fungsi asam absisat adalah menghambat pembelahan dan pemanjangan sel, menunda pertumbuhan dan membantu dormasi. Hal ini membentuk tumbuhan bertahan dalam kondisi yang buruk. Misalnya merangsang penutupan mulut daun pada musim kering sehingga tumbuhan tidak kehilangan air pada proses respirasi.
  11. Asam traumatin
  12. Asam traumatin dianggap sebagai hormon luka karena merangsang pembelahan sel-sel di bagian tumbuhan yang luka, sehingga bagian yang terluka akan tertutup.
  13. Kalin
  14. Kalin adalah hormon yang berfungsi merangsang pembentukan organ tumbuhan. Kalin dibedakan atas:
    • rizokalin, berfungsi merangsang pertumbuhan akar
    • kaukokalin, berfungsi merangsang pertumbuhan batang
    • fitokalin, berfungsi merangsang penbentukan daun
    • autokalin, berfungsi merangsang pembentukan bunga
Bagikan:

Hormon Pada Hewan

Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin (kelenjar buntu). karena Kelenjar endokrin tidak memiliki saluran tersendiri atau saluran khusus. Oleh karena kelenjar endokrin ini tidak memiliki saluran khusus maka Hormon yang dihasilkan dikembalikan kedarah dan beredar mengikuti aliran darah sehingga hormon yang berperan dalam penyaluran informasi akan berjalan lambat hal ini disebabkan karena informasi yang dibawa oleh hormon tersebut tidak disampaikan langsung ke tempat sasaran dengan tepat sebab hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin terlebih dahulu harus masuk ke peradaran darah. Sistem endokrin dapat berkomunikasi dengan jaringan ataupun organ-organ yang letaknya jauh dari kelenjar. Sistem endokrin merupakan sistem yang meliputi aktivitas beberapa kelenjar yang mengatur dan mengendalikan aktivitas struktur tubuh, baik yang berwujud sel, jaringan ataupun organ.
Didalam tubuh hormon berfungsi mengatur homeostasis, metabolisme, pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi, dan tingkah laku makhluk hidup. Didalam tubuh manusia, terdapat 8 kelenjar endokrin yang penting yaitu: kelenjar hipotalamus, kelenjar hipofisis, kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar timus, kelenjar pankreas, kelenjar adrenal, dan kelenjar kelamin (ovarium pada wanita dan testis pada laki-laki).
  1. Kelenjar Hipotalamus
  2. Kelenjar Hipotalamus mempunyai sel-sel khusus yang memproduksi Neurohormon yang berfungsi sebagai hormon penggiat (faktor penggiat).
    Ada 4 hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipotalamus, yaitu :
    HORMON FUNGSI
    Hormon penggiat tirotrofid (Thyrotrophic Releasing Factor) / TRF Merangsang lobus anterior hipofisis agar mensekresi Thyroid Stimulating Hormone (TSH)
    Hormon penggiat gonadotropin (Gonadotrophic Releasing Factor) / GRF Merangsang lobus anterior hipofisis agar mensekresi Luteinidind Hormon (LH) dan Follilcle Stimulating Hormone (FSH)
    Hormon penggiat kortokotropin (Corticortrophic Releasing Factor) / CRF Merangsang lobus anterior agar mensekresi Advenocorticotrophic Hormone (ACTH)
    Hormon penggiat hormon tubuh (Growth Hormone Releasing Factor) Merangsang pengeluaran hormon tubuh Somatotrophic Hormone (STH)

  3. Kelenjar Hipofisis (Pituitari)
  4. Kelenjar hipofisis terletak didalam lekukan tulang selatursika dibagian tengah tulang baji. Kelenjar ini sering disebut “Master of Glands” atau “Raja Kelenjar” karena (hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis) sekresinya digunakan untuk mengontrol kegiatan kelenjar endokrin lainya (seperti kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, kelenjar kelamin). Kelenjar ini dibagi menjadi 3 lobus yaitu : lobus anterior, intermediet, dan posterior.
    Kelenjar hipofisis mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan tulang sehingga berkaitan dengan pertumbuhan tinggi seseorang. Kelebihan dari kelenjar hipofisis menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme), sementara yang kekurangan akan mengakibatkan kekerdilan (pertumbuhannya terhambat).
    • Kelenjar hipofisis bagian depan (Anterior)
    • Hormon yang dihasilkan antara lain:
      • Somatotrophic Hormone (STH) atau hormon pertumbuhan
      • Fungsi: Mengendalikan pertumbuhan sel tubuh.
      • Tiroid Stimilating Hormone (TSH)
      • Fungsi: Mengontrol sekresi hormon oleh kelenjar tiroid.
      • Hormon Adrenokorti Kotropik (ACTH)
      • Fungsi: Mengontrol sekresi beberapa hormon oleh korteks adrenal.
      • Fellicle Stimulating Hormone (FSH)
      • Fungsi:
        • Pada wanita, merangsang perkembangan ovarium dan mengurangi sekresi estrogen.
        • Pada pria, mengatur perkembangan testis dan spermatigenesis.
    • Kelenjar hipofisis bagian tengah (Intermediet)
    • Hipofisis bagian tengah hanya aktif dimasa bayi dan menghasilkan hormon Melanocyte Stimulating Hormone (MSH) yang berfungsi untuk mensintesis melanin.
    • Kelenjar hipofisis bagian belakang (Posterior)
    • Hormon yang dihasilkan adalah:
      • Hormon Antidiuretik (ADH) atau Hormon Vasopresis
      • Fungsi: Mengatur kadar air didalam tubuh dan darah melalui penyerapan Air oleh Tubulus kontorti, sehingga dapat menurunkan. volume urin.
      • Hormon Oksitoksin
      • Fungsi: Merangsang kontraksi otot polos pada uterus dan kontraksi sel-sel kontroktil dari kelenjar susu.

  5. Kelenjar Tiroid (kelenjar gondok)
  6. Kelenjar tiroid terdapat dileher bagian depan disebelah bawah bagian jarum dan terdiri dari 2 lobus yaitu : disebelah kanan dan kiri trakhea.
    Hormon yang dihasilkan:
    • Hormon Tiroksin
    • Fungsi: Mempengaruhi proses metabolisme, proses pertumbuhan dan kegiatan sistem syaraf.
    • Hormon Triodotironin
    • Hormon Kalsitonin
    • Fungsi: Menjaga keseimbangan kalsium dalam darah.

  7. Kelenjar Pankreas (Kelenjar Langerhans)
  8. Kelenjar ini terdapat pada pankreas yang menghasilkan hormon insulin. Hormon insulin berfungsi mengubah glukosa menjadi glikogen dan mengatur kadar gula dalam darah.

  9. Kelenjar Paratiroid (Kelenjar anak gondok)
  10. Kelenjar paratiroid terletak dibagian dorsal kelenjar gondok. Hormon yang dihasilkan adalah Parathormon (PTH) yang berperan dalam metabolisme kalsium (Ca) dan fosfat dalam darah dan tulang.

  11. Kelenjar Timus (Kelenjar kacang)
  12. Kelenjar ini terletak pada tulang dada yang dapat menimbun hormon somatotrof (hormon pertumbuhan).

  13. Kelenjar Adrenal (Kelenjar anak ginjal)
  14. Kelenjar ini terdapat dibagian atas ginjal dan terdiri dari 2 bagian yaitu:
    • Bagian luar (korteks adrenal)
    • Hormon yang dihasilkan yaitu glukokortikoid dan mineral okortiroid.
      Fungsi: Mempengaruhi proses penyerapan.
    • Bagian dalam (modula adrenal)
    • Hormon yang dihasilkan yaitu hormon adrenalin (epinefrin).
      Fungsi: Mengubah glikogen menjadi glukosa dan menyempitkan pembuluh darah sehingga tekanan darah naik.

  15. Kelenjar Kelamin (Gonad)
    • Kelenjar kelamin wanita (Ovarium)
    • Ovarium terletak dikanan-kiri uterus. Selain menghasilkan ovum (sel telur) ovarium juga menghasilkan 2 macam hormon yaitu:
      • Estrogen, berfungsi untuk merangsang pertumbuhan ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita dan perilaku seksual, contohnya : perkembangan pinggul, suara menjadi nyaring.
      • Progesteron, berfungsi untuk memelihara kehamilan, perkembangan dan pertumbuhan kelenjar air susu.
    • Kelenjar kelamin pria (Testis)
    • Berfungsi sebagai penghasil spermatozoa dan juga hormon testosteron. Hormon ini berpengaruh terhadap perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder pada pria dan perilaku seksual, contohnya : pertumbuhan kumis, jenggot, dan suara lebih berat.

Bagikan:

Strategi Pembelajaran Peer Lessons


  1. Pengertian Strategi Pembelajaran Peer Lessons
  2. Saat ini, begitu banyak jenis strategi-strategi pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan proses pembelajaran. Apalagi yang diharapkan saat ini proses pembelajaran lebih ditekankan untuk berpusat kepada siswa. Dengan berpusat kepada siswa berarti pembelajaran itu sepenuhnya memerlukan keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri secara aktif. Sementara bila siswa pasif atau hanya menerima pelajaran dari guru, ada kecenderungan untuk cepat melupakan pelajaran yang telah diberikan. Selain itu, dengan siswa turut aktif dalam proses pembelajaran juga dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan sehingga keberhasilan pembelajaran yang diharapkan bisa lebih optimal.
    Salah satu strategi pembelajaran yang berpusat kepada siswa adalah strategi pembelajaran Peer Lessons. Strategi pembelajaran Peer Lessons merupakan salah satu bentuk pembelajaran aktif yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif. Ketika siswa atau peserta didik belajar dengan aktif, berarti mereka yang mendominasi aktivitas pembelajaran. Dengan ini mereka secara aktif menemukan ide pokok materi, memecahkan persoalan atau mengaplikasikan apa yang mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dengan belajar aktif ini, peserta didik diajak untuk turut serta dalam proses pembelajaran, tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik. Dengan cara ini biasanya peserta didik akan merasakan suasana belajar yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan.
    Menurut Silberman (2009:53) mengatakan bahwa: "Peer Lessons adalah strategi yang mengembangkan peer teaching dalam kelas yang menempatkan seluruh tanggung jawab untuk mengajar para peserta didik sebagai anggota kelas". Senada dengan itu Zaini dkk (2008:62) juga mengatakan bahwa: "Strategi Peer Lessons baik digunakan untuk menggairahkan kemauan peserta didik untuk mengajarkan materi kepada temannya". Dalam hal ini, strategi peer lessons lebih terarah pada pembelajaran aktif yang mendukung pengajaran materi pelajaran antara siswa kepada sesama siswa lainnya di dalam kelas.
    Dalam strategi pembelajaran Peer Lessons ini, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing masing anggota kelompok mempunyai tanggung jawab untuk menjelaskan materi kepada kelompok lain sesuai sub topik materi yang mereka dapat dan dalam penyampaian materi hendaknya tidak menggunakan metode ceramah saja atau seperti membaca laporan, namun masing-masing kelompok dapat membuat pengalaman belajar sendiri dengan menggunakan metode-metode sesuai dengan kemampuan mereka sendiri dan materi yang mereka presentasikan kepada teman mereka. Sebelum melakukan presentasi, siswa diberi waktu yang cukup untuk merencanakan dan mempersiapkan presentasi baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Guru dapat memberi beberapa saran kepada siswanya seperti menggunakan alat bantu visual, menyiapkan media pengajaran yang diperlukan atau menggunakan contoh-contoh yang relevan. Sebelum memulai presentasi kelompok, guru juga dapat melakukan variasi dengan membiarkan peserta didik untuk membaca tugas terlebih dahulu. Setelah semua kelompok melaksanakan tugasnya, guru memberikan kesimpulan dan mengklarifikasi sekiranya ada yang perlu diluruskan dari pemahaman siswa.
    Dari penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa Strategi Pembelajaran Peer Lessons adalah suatu strategi pembelajaran yang mengajak siswa untuk turut belajar aktif dalam proses pembelajaran dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajarkan materi pelajaran kepada sesama siswa lainnya di dalam kelas.

  3. Langkah-langkah pelaksanaan Strategi Pembelajaran Peer Lessons
  4. Strategi Pembelajaran Peer Lessons merupakan salah satu strategi pembelajaran aktif. Strategi ini didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa secara mandiri dan menuntut saling ketergantungan positif terhadap teman sekelompoknya karena setiap kelompok bertanggung jawab untuk menguasai materi pelajaran yang telah ditentukan dan mengajarkan atau menyampaikan materi tersebut kepada kelompok lain.

    Dalam Zaini dkk (2008:62-63) memaparkan langkah-langkah pelaksanaan strategi pembelajaran Peer Lessons yaitu:
    1. Bagi peserta didik menjadi kelompok-kelompok sebanyak segmen materi yang akan disampaikan.
    2. Masing-masing kelompok diberi tugas untuk mempelajari satu topik materi, kemudian mengajarkannya kepada kelompok lain. Topik-topik yang diberikan harus yang saling berhubungan.
    3. Minta setiap kelompok menyiapkan strategi untuk menyampaikan materi kepada teman-teman sekelas. Sarankan kepada mereka untuk tidak menggunakan metode ceramah atau seperti membaca laporan.
    4. Buat beberapa saran seperti:
      • Menggunakan alat bantu visual.
      • Menyiapkan media pengajaran yang diperlukan.
      • Menggunakan contoh-contoh yang relevan.
      • Melibatkan sesama peserta didik dalam proses pembelajaran melalui diskusi, permainan, kuis, studi kasus, dan lain-lain.
      • Memberi kesempatan kepada yang lain untuk bertanya.
    5. Beri mereka waktu yang cukup untuk persiapan, baik di dalam maupun di luar kelas.
    6. Setiap kelompok menyampaikan materi sesuai tugas yang telah diberikan.
    7. Setelah semua kelompok melaksanakan tugas, beri kesimpulan dan klarifikasi sekiranya ada yang perlu diluruskan dari pemahaman peserta didik.
    Dengan beberapa langkah-langkah strategi pembelajaran Peer Lessons di atas tergambar bahwa siswa diajak untuk belajar secara aktif dengan melibatkan mental dan fisik, serta dapat menciptakan pengalaman belajar siswa yang lebih efektif dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan persiapan-persiapan belajar baik di dalam maupun di luar kelas. Dengan demikian siswa akan merasakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga termotivasi untuk belajar dan dapat berinteraksi dengan sesama siswa lainya dan pada akhirnya dapat memberikan hasil belajar yang maksimal.
  5. Manfaat Strategi Pembelajaran Peer Lessons
  6. Belajar bukanlah konsekuensi otomatis dari penuangan informasi ke dalam benak siswa. Belajar memerlukan keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri. Penjelasan dan pemeragaman semata tidak akan membuahkan hasil belajar yang langgeng. Guru yang hanya bercerita dan ceramah tidak akan memberikan hasil yang maksimal kepada siswa karena pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang mengajak siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran yaitu dengan mendengarkan, melihat, mengajukan pertanyaan dan membahasnya dengan orang lain. Bukan cuma itu, siswa perlu menggambarkan sesuatu dengan cara mereka sendiri, menunjukkan contohnya, mencoba mempraktikkan keterampilan dan mengerjakan tugas yang menuntut pengetahuan yang telah atau harus mereka dapatkan
    Manfaat strategi pembelajaran Peer Lessons yaitu:
    1. Otak bekerja secara aktif
    2. Dengan strategi Peer Lessons siswa diajak belajar secara aktif baik di dalam maupun di luar kelas, mereka diberi kesempatan untuk memilih strategi apa yang mereka inginkan dan mereka juga mempunyai tanggung jawab menguasai pelajaran untuk dipresentasikan atau diajarkan kepada temannya.
      Ketika peserta didik belajar aktif, berarti mereka mendominasi aktivitas pembelajaran. Dengan ini mereka secara aktif menggunakan otak, baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran, memecahkan persoalan atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam persoalan yang ada dalam kehidupan nyata.
    3. Hasil belajar yang maksimal
    4. Dengan strategi Peer Lessons peserta didik dapat belajar secara aktif, di dalam dan diluar kelas dan mereka mempunyai tanggung jawab untuk mendiskusikan dan mengajarkan materi pelajaran kepada teman yang lain, sehingga mendorong mereka untuk lebih giat belajar baik secara mandiri maupun kelompok. Dengan demikian hasil belajar akan lebih maksimal.
    5. Tidak mudah melupakan materi pelajaran
    6. Ketika peserta didik pasif atau hanya menerima dari guru, ada kecenderungan untuk cepat melupakan apa yang telah diberikan. Dan dalam strategi Peer Lessons ini siswa diajak serta untuk aktif dalam proses pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Dengan demikian akan membuahkan hasil belajar yang langgeng.
    7. Proses pembelajaran yang menyenangkan
    8. Strategi Peer Lessons merupakan strategi pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar aktif. Dengan belajar aktif ini peserta didik diajak untuk turut serta dalam semua proses pembelajaran, tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik. Dengan cara ini biasanya peserta didik akan merasakan suasana menyenangkan.
    9. Otak dapat memproses informasi dengan baik
    10. Otak tidak akan memproses informasi yang masuk kalau otak itu tidak dalam kondisi on, maka otak memerlukan sesuatu yang dapat dipakai untuk menghubungkan antara informasi yang baru diajarkan dengan informasi yang telah dimiliki. Jika belajar itu pasif, otak tidak akan dapat menghubungkan antara informasi yang baru dengan informasi yang lama. Selanjutnya otak perlu beberapa langkah untuk dapat menyimpan informasi. Langkah-langkah itu bisa berupa pengulangan informasi, mempertanyakan informasi atau mengajarkannya kepada orang. Adapun langkah-langkah tersebut terdapat dalam strategi Pembelajaran Peer Lessons.

Bagikan:

Post Terbaru

Join Fanspage

Total Tampilan